Website Resmi Balai Kliring Keamanan Hayati Indonesia

(Indonesia Biosafety Clearing House)

Tugas BKKH

? Mengelola dan Menyajikan informasi kepada publik mengenai prosedur, penerimaan permohonan, proses dan ringkasan hasil pengkajian
? Menerima masukan dari masyarakat

? Menyampaikan informasi mengenai rumusan rekomendasi

? Menyampaikan informasi mengenai Keputusan Menteri

Lihat Dasar Hukum BKKH

Apa itu BKKH?

Keamanan hayati yang lebih populer dengan istilah ‘biosafety’ merupakan salah satu isu yang dikaji dan diputuskan untuk diperhatikan pada Konvensi Keanekaragaman Hayati. Isu ini kemudian berhasil dikembangkan menjadi suatu protokol global yang disebut sebagai Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati yang disepakati pada bulan Desember 1999 di Montreal, Canada.

Balai Kliring Keamanan Hayati (Biosafety Clearing House) merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara yang telah meratifikasi Protokol Cartagena, sesuai dengan pasal 20 pada protokol.

Baca Selengkapnya...

Protokol Cartagena

Protokol Cartagena adalah kesepakatan antara berbagai pihak yang mengatur tatacara gerakan lintas batas negara secara sengaja (termasuk penangananan dan pemanfaatan) suatu organisme hidup yang dihasilkan oleh bioteknologi modern (OHMG) dari suatu ke negara lain oleh seseorang atau badan.
Protokol Cartagena bertujuan untuk menjamin tingkat proteksi yang memadai dalam hal persinggahan (transit), penanganan, dan pemanfaatan yang aman dari pergerakan lintas batas OHMG. Tingkat proteksi dilakukan untuk menghindari pengaruh merugikan terhadap kelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati, serta resiko terhadap kesehatan manusia.

Baca Selengkapnya...

The Biosafety Clearing-House (BCH) is a mechanism set up by the Cartagena Protocol on Biosafety to facilitate the exchange of information on Living Modified Organisms (LMOs) and assist the Parties to better comply with their obligations under the Protocol. View National Database